RSS

Akhi.. ukhti.. Mengapa engkau jadi begini..

Pilpres kali ini sudah sukses menunjukkan topeng borok borok teman-teman yang dulu katanya sama sama berjuang demi dakwah,

Ada yang share tentang berita kabinet jokowi, padahal nyata nyatanya baru juga ditentukan sebagai pemenang pemilu kemarin, dan juga tidak ada berita yang me-refer kesana.

Lain lagi, ada teman yang baru kenal karena sama-sama komentar di status teman kuliah lain. Kali ini dia menuduh ustad QA penganut syiah, sesat, dll. Waktu saya challenge dengan berita-berita yang insya Allah valid, komentarnya hanyalah, mangga silahkan kalau antum berbeda pendapat, etc etc… Pasca ‘diskusi” begitu, tidak sengaja saya lihat dia masih share berita yang sama, isinya fitnah, dll..

Kenapa begini ? Kenapa tidak ada lagi rasa sedikit malu menyebarkan fitnah ? atau mungkin meminta maaf dan sadar diri kalau berita yang disebarkan belum tentu kebenarannya ?
Padahal saya kenal mereka lulusan-lulusan institut & universitas ternama. Sama-sama belajar islam yang benar, sama-sama berjuang di organisasi dakwah kampus.

Tahukah kawan, entah berapa banyak posting yang harus saya delet, hanya dengan alasan khawatir menyakiti/tidak membuat nyaman teman2 di friendlist saya. Berita yang terverifikasi bagi saya sudah jadi syarat mutlak sebelum di share. Tapi dengan begitupun, saya harus mendelet posting posting saya lainnya, karena belum tentu disenangi. Kadang saya juga urung memberikan “like” ataupun komen, hanya karena si pemilik status men-setting kan public, sy tidak mau gegara komentar/like saya, berita yang kalian share itu malah ter-blow-up.

Sedangkan kalian, dengan semena-menanya men-share berita yang entah dari mana lah itu kebenarannya…

Ada apa sebenarnya dengan kalian ?

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2014 in Uncategorized

 

Aku Bahagia karena Kau Bahagia

Posting ini mengingatkan saya dengan salah satu kata mutiara yang pernah diucapkan teman lama dengan kalimat sederhananya,

“Rek neangan naon deui atuh di dunia slain kabagjaan”

Yang kurang lebih artinya, memang di dunia teh cari apa lagi sih, selain kebahagiaan. Memang semakin bertambahnya umur, dari hari ke hari semakin kita menyadari bahwa tidak ada hal lain yang ingin kita cari selain kebahagiaan. Dan kebahagiaan ini bentuknya macam-macam dengan definisi yang berbeda beda setiap orang. Pada beberapa orang, definisi kebahagiaan bisa berupa tinggal di luar negeri dengan rizki berlimpah, atau kebebasan dimana mana, bisa juga definisi yang lain, bisa jalan jalan ke berbagai pojok dunia, atau ada juga definisi kebahagiaan yang lain bisa berkumpul dan menikmati bersama orang orang terkasih dimanapun berada.

Semakin bertambahnya umur, semakin jauh kita satu sama lainnya dgn teman zaman kuliah, betapa rasanya tak ada lagi yg diinginkan selain bersyukur dan support untuk mereka semua atas pilihan dan rencana hidup masing-masing. Karena toh, semua orang sudah pasti punya masalah dan tantangannya sendiri sendiri, jadi buat apa kita komentar atau membanding bandingkan pilihan kita dengan pilihan orang lain. It’s just not relevant.

Baru baru ini, seorang senior saya yang sudah lama di US, memutuskan pulang kampung. Anak sulungnya mendaftar di ITB dan alhamdulillah diterima. Status beliau yang membuat saya terharu,

“I am now a proud daddy of a ITB students. Selamat nak, semoga kau diberikah keberkahan yang banyak”

Betapa saya terharu sekali membaca status itu, sebagai bentuk support saya kirimkan message pribadi seperti ini :

image

Barakallah kang ery dan teh lintang sekeluarga. Semoga kasih sayang Allah selalu menyertai.. Aamin..

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2014 in Uncategorized

 

Bangsa yang katanya “Katanya”

Kampanye pilpres ini benar-benar melelahkan, menguras mental, tenaga, dan pikiran..

Saya menyimpulkan negara kita ini sepertinya masih dijajah ya, dijajah oleh bangsa sendiri. dijajah oleh yang namanya “katanya si anu”, tanpa adanya pengecekan atau verifikasi. Mendadak semua orang menjadi hakim agung yang berhak menghakimi orang lain.

Dua kali pemilu saya tidak dapat hak pilih, penyebabnya bukan karena kelalaian manusia, tapi kesengajaan & kebodohan rekan sebangsa saya sendiri. Hahaha.. lucu sekali bukan. Tapi faktanya memang demikian.

1. Pemilu Legislatif 9 April lalu

Saya pindah dari Prancis ke Italy untuk internship. Sudah jauh-jauh hari saya merencanakan untuk meminta surat perpindahan saya ke PPLN setempat agar diberikan hak ikut memilih di Italy dengan dikirimkan surat suara. H-30 saya melapor ke PPLN Roma dengan mengirimkan lewat e-mail. Tapi PPLN Roma yang entah sengaja atau tidak, mencoba berkelit dengan menjustifikasi apa yang dilakukannya itu benar, padahal hal itu menunjukkan kebodohannya karena tidak berlandaskan pada aturan yang berlaku. Tapi malah mengacu pada “katanya” sosialisasi KPU yang bertentangan dengan peraturan KPUnya sendiri. Untuk memperjuangkan suara saya, sekiranya ada 8 kali berbalas e-mail dengan PPLN untuk berdebat untuk hal ini. Tapi yah penegakan hukum Indonesia yang jauh dari asas keadilan, membuat saya hanya menggerutu saja “Da aku mah apa atuh, hanya daun yang coplok dari rantingnya”

2. Pemilu Presiden 9 Juli

Trauma dengan kasus PPLN Roma dan juga keperluan menyelesaikan studi di Prancis, membuat saya ingin mencoblos di Prancis saja. Saya sudah sampaikan hal ini ke PPLN Paris dengan meminta surat suara saya dikirimkan ke alamat teman di kota saya dulu tinggal di Prancis. Lewat jalur komunikasi resmi PPLN, saya kirimkan data diri saya beserta alamat lengkap. Siapa dinyana, ada teman mahasiswa yang jelas-jelas bukan petugas PPLN, mendadak sok sibuk ingin mendata siapa saja yang terdaftar di kota tersebut. Beliau meminta data pribadi saya (data pasport, dsb) untuk didaftarkan di DPTLN Paris, katanya.

Saya sampaikan bahwa saya sudah komunikasi dengan PPLN langsung lewat e-mail soal ini, jadi tidak perlu repot-repot. Lagipula saya agak mulai aware dengan data privacy semenjak saya datang di tanah eropa (maklum, sewaktu melapor diri OFII di Prancis, data diri mulai dari paspor, rekening bank, foto, finger print semua diminta oleh pemerintah setempat yang mengakibatkan agak sedikit paranoid soal privacy ini). Saya pikir ini semua akan berjalan mulus, saya akan dapatkan surat suara saya, saya bisa mencoblos di kamar saya dan semua akan baik baik saja. Tapi, ternyata tidak.

Eh, entah kenapa orang ini menyampaikan ke PPLN kalau alamat rumah saya tidak valid, dan PPLN Paris pun percaya sehingga mereka tidak mengirimkan surat suara saya yang mengakibatkan saya golput lagi kali kedua. Padahal saya sudah jelas-jelas sampaikan data diri saya langsung lho ke PPLN, dengan prosedur yang benar dan legal. Tapi nyatanya PPLN lebih percaya informasi yang ga jelas dan berdasarkan “Katanya”

Maka demikianlah saya golput dua kali di pileg dan pilpres oleh karena KEBODOHAN orang lain. Kalau ditanya apa saya kesal ? Oh tentu saja, kesal sekali. Saya sempat ikut bayar pajak lho sebelum studi kesini. Mulai dari sekarang, pandangan saya tentang Indonesia perlahan berubah. Ini negara apa sih sebenarnya ? Katanya negara hukum, tapi yang dipakai bukan hukum. Informasi informasi yang ga jelas dari orang yang dipertanyakan kredibilitasnya yang malah dipakai untuk jadi sumber dan justifikasi. Kampret lah.

Maka saya katakan, saya pesimis Indonesia akan berubah maju 5 tahun kedepan bila birokratnya hanya mengandalkan prinsip ‘Katanya’ dan “Asal Bapak Senang” seperti ini.
Memang kayaknya juga tidak perlu maju ya Indonesia. Biar saja lah begini-begini saja. Toh, orang-orang didalamnya juga memang tidak mau ada perubahan yang berarti. Sudah mati suri. Tak punya mimpi.

Salam mimpi..

p.s: oh ya, kalaupun nanti saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia, tolong dicatat itu bukan karena alasan demi kemajuan negara ataupun romantisme nasionalisme. Tapi lebih kepada rezeki saya ada disana, dan semata-mata ikhtiar saya menjemput rezeki untuk keluarga. Tidak lebih.

 
Leave a comment

Posted by on July 5, 2014 in Uncategorized

 

Demokrasi atau Barbarisme

Hari Solagratia:

Bagus ini. Pembahasan dari sudut pandang teoritik political science

Originally posted on iqra anugrah:

https://www.facebook.com/notes/10152885417563084/

Ada Hantu Bergentayangan – Hantu Orde Baru 

Iqra Anugrah

Sebuah Uraian Tanggung Jawab

KURANG dari dua bulan kita kembali akan menghadapi pemilihan umum presiden (pilpres). Pilpres kali ini begitu menentukan masa depan kita, karena di pilpres kali ini kita menyaksikan ‘hantu’ Orde Baru (OrBa) betul-betul kembali hadir dan bergentayangan – yang secara ‘nyata’ mewujud terutama dalam sosok seperti calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Relakah kita menyaksikan demokrasi Indonesia yang baru berumur belasan tumbang kembali karena diganyang oleh anasir-anasir OrBa?

Kira-kira persoalan itulah yang menjadi pikiran saya akhir-akhir ini. Setelah mengikuti perkembangan konstelasi politik seputar pilpres dalam beberapa minggu terakhir, saya berkesimpulan, setidaknya ada sejumlah analisa yang perlu dilakukan untuk membaca realitas politik Indonesia dewasa ini. Pertama-tama, kita perlu menilik pergolakan politik di masing-masing kubu capres – baik Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta – dan menempatkannya dalam konteks yang lebih luas yaitu perkembangan politik Indonesia pasca tumbangnya OrBa. Kedua, kita perlu melakukan…

View original 4,764 more words

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2014 in Uncategorized

 

Ketika Cinta

Ketika cinta berbuah rindu,

jangan kira tak ada sejumputpun rasa itu di dada ini,

karena setelah akad itu tunai sudah,

sujud panjang & harapan itu bersambut hamdalah yang takkan usai

 

saat cinta menjadi bukti,

Transaksiku ini bukan hanya transaksiku dengan engkau ataupun ayahmu,

Tapi transaksiku ini adalah transaksi dengan Allah Azza wa jalla.

hingga bukan hanya kuingin kau menjadi Khadijah atau Siti Hajar yang tangguh,

tapi lebih kuingin sebijak Lukman Hakim & sekasih Muhammad bagimu.

 

Bila cinta berbuah aksi,

maafkan bila aku lupa memberikan kata sayang atau

menyelipkan bunga mawar di balik bantalmu setiap harinya.

Tidak berarti rasa menggelora itu sudah tak seperti awal-awal dulu.

Rasa itu tetap berdenyut & menjalar di urat darahku.

ia tak kan lekang oleh waktu.

Bahkan akan jauh lebih dalam.

 

Duhai pelita hatiku,

Ketika cinta berbuah surga,

ia takkan menghamba pada cinta manusia

mencinta pada-Nya menjadi paripurna

hingga tak ada yang lebih pantas untuknya

selain surga firdaus ganjarannya

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2014 in Uncategorized

 

Hadits Qudsi. Peringatan Keempat – Imam Ghazali

Allah berfirman :

“Wahai manusia ! Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia hanya akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia dan semakin menderita di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapaan yang berlarut-larut dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya.

Wahai manusia ! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia ! Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejeki-Ku, namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku.

Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku.

Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku.

Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja. Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

 
1 Comment

Posted by on May 28, 2014 in Uncategorized

 
Video

Ishbir !

 
Leave a comment

Posted by on May 9, 2014 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.