Feeds:
Posts
Comments

Pindah lagi..

Entah kenapa, kemarin saya ingin pindah lagi blognya ke wordpress.. haha.. dasar plin plan ya..

asa, wordpress nama blognya lebih eyecatching dibandingkan multiply.. heu..

jadilah saya pindahan lagi ke wordpress..

tapi say amasih bingung apa yaa yang harus saya tulis ? sedang malas menulis nih..

Tugas Akustik

Voice Synthesis :

Another Acoustic based Technology

 diajukan untuk memenuhi tugas akustik

Hari Solagratia Sinuhaji – 13305017

Normalnya, perambatan suatu suara mencapai telinga manusia melewati gelombang tekanan dalam medium udara. Rentag pergetaran suara manusia yang dapat terdengar merambat pada rentang frekuensi diantara 16 Hz dan 20KHz. Sound Pressure Level dan kecepatan perambatan suara tergolong rendah, seperti dapat dilihat tabel dibawah

 

Tingkat tekanan suara diberikan dalam nilai akar kuadrat rata-rata (RMS). Nilai akar kuadrat rata-rata ini didapat dari pengakaran dari rata-rata data kuadrat yang didapat.

Nilai akar kuadrat rata-rata sebuah area yang terlingkupi gelombang suara dalam lingkungan terbuka dapat direpresentasikan dalam persamaan matematis :

Pr = P0/r         dynes/cm2

dimana nilai Pr adalah nilai akar kuadrat rata-rata tingkat tekanan suara dalam jarak r dari sumber suara dan P0 adalah nilai akar kuadrat rata-rata tekanan suara setiap satuan jarak dari sumber suara.

 

Pendahuluan

Dewasa ini, beberapa industri dan universitas telah banyak mengembangkan sistem identifikasi suara. Sistem identifikasi ini dan lainnya dikembangkan dari penghibahan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk menyatukan kemampuan untuk mengubah pembicaraan menjadi teks elektronik dengan kepintaran buatan untuk memahami teks tersebut. Dalam sistem ini komputer berperan sebagai agen untuk mengetahui kemauan user dan bagaimana cara untuk melaksanakan perintah tersebut, termasuk didalamnya suara yang dapat dihasilkan dari suatu pernagkat digital. Secara keseluruhan, sistem penyusunan suara manusia ini dapat menggantikan pekerjaan seorang pekerja sebuah industri tanpa menggunakan tangannya, dimana dapat diartikan pada kenaikan produktifitas dan penghematan biaya.

 

SPEECH SYNTHESIS

Pertama, Suatu program sintesis suara manusia harus mengakses dari perbendaharaan kata dari sekuens kata yang dibutuhkan. Keseluruhannya butuh dipadupadankan, dengan durasi yang tepat, intensitasm dan nada suara dari teks yang dideskripsikan. Deskripsi yang dihubungkan dengan penyebutan diberikan dalam alat sintesis, yang menghasilkan sinyal untuk mentransmisikan pada suatu rangkaian penghasil suara.

 

Tiga teknik berbeda yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu ucapam : (1) adaptive differential pulse-code modulation (ADPCM), (2) sintesis formant, (3) tes sintesis.

 

Adaptive Differential Pulse-Code Modulation (ADPCM)

 

Program yang mensintesa ini memanggil kata yang dikodekan digital dari sebuah piringan, tempat dimana penyimpanan sekuens kata, dan mengirimkan ke ADPCM decoder, yang menghasilkan sinyal analog. Pengaturan persajakan (aksen dan modulasi suara) yang berdampak pada rekonstruksi pesan dikendalikan dengan mengatur interval waktu diantara kata berturutan, dan intensitas kemungkinan kemunculan kata. Namun, sampai saat ini belum ada pengendalian yang dapat mengatur intonasi suara atau penggabungan vokal dari gema di sekitar dinding pembatas.

 

Teknik ini sangat cocok untuk pesan yang membutuhkan ukuran perbendaharaan kata yang sederhana dan sangat terbatas pada arti kata yang longgar. Beberapa penyampai pesan yang dapat digunakan adalah pembacaan suara dari bilangan, seperti nomor telepon, dan instruksi untuk prosedur operasi, seperti perlengakapan merangkai atau pengkabelan. Gambar di bawah memperlihatkan skematik simple dari ADPCM decoder.

 

Formant Synthesis

Sintesis formant menggunakan pemodelan sintesis dimana perbendaharaan kata dianalisis dan parameternya tersimpan sebagai variasi waktu dari sistem resonansi vocal, atau formants. Speech formants atau ucapan formants direpresentasikan dalam daerah yang gelap dalam spektogram suara yang ditunjukkan pada panel paling bawah.

Tuhanku Maha Pendiam

Tuhanku Maha Pendiam

Di hangatnya mentari waktu duha..

Sehangat kasih ibu yang menyapihku saat usia kanakku..

Terduduk sepi, seraya memohon pada yang Maha agung..

Menyungkurkan sujud dalam diamku..

Berharap sepenuh asa agar Dia mendengarku. .

               

Duhai Allah………

Kuberseru padaMu….

Dengarkanlah aku…

Kali  iniiiii saja….

Entah sudah berapa banyak air mata yang telah jatuh…

Berteriak dan melolong hanya untuk menarik perhatianMu. .

Tapi engkau hanya diam…

Diam dan tak mengeluarkan sepatah katapun…

                Pernah aku bersujud lebih lama…..

                Menangis terisak agar Engkau mendengarku…

                Menempelkan telingaku di pusara sujudku…

                Berharap engkau mengeluarkan sebuah kata yang menenangkanku. .

                Hanya sebuah kata… cukup bagiku…

                Menginginkan tanganMu untuk mengusap kepalaku..

    Tapi Kau hanya diam…

    Dan hanya anginMu yang berhembus…

    Hanya angin yang kupaksa artikan sebagai jawaban dinginMu..

Entah Ya Allah,,,

Entah dengan cara apalagi agar EngKau mau berbicara padaku….

Aku malas membaca wahyuMu itu…

Yang aku inginkan hanya ingin ngobrol denganMu…. bukan membaca..

Tidak bolehkah aku pilih itu ??

 

Huhuhu…..

Kini aku benci padaMu…

Yang hanya diam dan melihat dari arasyMu itu..

Kucoba berselingkuh dalam-dalam tanpa menghiraukanMu…

Berharap dalam hati Kau akan berbicara atau memohonku untuk kembali…

Tapi lagi-lagi Kau hanya diam…

Lagi-lagi hanya angin yang menerpaku…

Yang lagi-lagi kupaksa artikan bahwa Engkau mengajakku kembali…

 

Kini aku tahu tabiatMu…

Engkau tak menjawabku.. bukan karena Engkau tak mau…

Tapi karena Engkau ingin melihatku lekat-lekat. .

Dan mendengarkan curhatanku lamat-lamat…

Agar aku mengeluarkan semua kesedihanku. .

Menyampaikan pesan dengan angin ciptaanMu…

 

“Aku tahu, Sudah kuhitung air matamu..”

Melancholic Feelings..

it’s been 2 months since i decided to not bother its life. it’s been 2 months since me and its hasn’t contact each other.

For being honest, i really missing its so much, ah okey, it doesn’t that much, but i confessing i lost it. it felt like a lost something inside my soul..

What should i say, i couldn’t say anything about what i’m being here lately..

i met its this afternoon, it’s kind of weird feeling, one side i felt happy for a long time i couldn’t see its, but the other side of me keep it hurt and hurt me..

it couldn’t be..i know, that’s the rule.. but how could i encourage myself..i’ve been lost and missing its..

How could be i strive ?

*for someone’s down there who doesn’t really know about what i’m feeling and doesn’t know exactly what happening in my world lately,. i miss you for being my bestfriend..

How many times should i count the seconds till it be end ? *lebay*

Paradigm Shift !

Dulu saya pernah menjadi orang yang sangat mudah menumpahkan pikiran ke dalam sebuah tulisan, semua hal yang dirasakan, entah itu hikmah, kekesalan, keunikan, selalu saya tumpahkan dalam postingan email.  Saya ingat, bahkan untuk sebuah hal yang mungkin kecil dipandang orang, dan luput dari tangkapan mata selalu saya tulis dituangkan ke dalam sebuh tulisan ke sebuah millis..

Sekarang, sungguh amat berbeda,, jangankan blog yang sudah mulai ga keurus seperti ini, untuk menulis laporan KP yang demi melihat laporan temen-temen, yang berjumlah 40-an lembar itu, haaaahhhh… ga sanggup rasanya, apalagi memulainya, belum lagi disusul proposal TA, dan tentu saja, manual book untuk penguin Karisma… Jahhh.. semua harus selesai minggu ini..Ya olohhh…

Ah, sudah saatnya, kini sudah saatnya berubah dan mengingat masa-masa kejayaanku dulu, kuingat-ingat lagi perasaan yang membara saat menuliskan sesuatu, kurasakan, yaaa.. ketika aku menulis, aku bisa menulis bebas, sebebas yang kuinginkan, aku bisa menuangkan semua pendapat dimana tidak ada interupsi, cemoohan ataupun pembantaian dari orang luar… ketika aku menulis, semua gunung, awan, pepohonan serasa duduk diam dan mendengarkan…

Ya…ketika aku menulis, imajiku melayang liar, seliar hutan rimba. Fantasiku terbang melayang ke gang-gang sempit di kota jakarta, hingga kedamaian dan ketenangan kota Venice. Ah, aku rindu perasaan itu.. aku rindu membebaskan sebebas-bebasnya tarian jemari ini di sebuah papan yang bernamakan papan qwerty. aku rindu anganku membayang di depan monitor laptop ku, menuangkan semua film episode-episode kehidupan yang sudah kujalani..

Inginku menulis sebuah pemikiran yang tidak terkotakkan oleh sebuah sistem yang masih menjajahku hingga kini, biar, biarpun tubuh dan jiwa ini terkungkung oleh sebuah dogma, tak kan kubiarkan impianku harus memanggul sebuah belenggu di punuknya..

Aku akan tetap menulis..

karena aku menulis untuk diriku sendiri…

Write with the pleasure of writing..


Older Posts »