1 ramadhan kan segera menjelang. Terbenamnya matahari hari ini akan menandai masuknya dimana pahala dilipatgandakan. 1 perbuatan baik diganjar 700 kali pahala, perbuatan sunnah di bulan ramadhan diganjar seperti amaliyah wajib di luar ramadhan.
Orang-orang bermaaf-maafan disana-sini, tentu saja mendadak operator telekomunikasi disibukkan dengan berseliwerannya pesan maaf, yang sekarang variannya semakin banyak, sms,telepon, ym,twitter,facebook,blast email, blog. Paling tidak momen tersibuk sekali setahun ini terjadi 2 kali, saat mulai puasa & saat lebaran.
Baru-baru ini saya mendapat pandangan skeptis tentang fenomena maaf-maafan ini. Muncul anggapan skeptisme pada adanya “inflasi maaf” dimana harga sebuah maaf menjadi begitu murahnya (istilahnya apa bukan deflasi ya ?) Apa pasal ? Saya pikir, ini ada kaitannya ketua wakil rakyat kita, MA, yang mengeluarkan pernyataan yang gonjang-ganjingnya “pemberian maaf pada koruptor”.
Ada lagi yang bilang, sebenarnya hadits rasul yang mengatakan barang siapa yg tidak meminta maaf sblm bulan puasa, maka Allah tidak akan mengampuninya, adalah hadits dhaif. Apa benar ?
Ah entahlah, tapi yang jelas, blasting maaf yang saya kirimkan, semata-mata benar saya memohon maaf pada orang yang mungkin pernah saya sakiti. Berlebihan kah ? Saya pribadi masih menganggap dalam batas kewajaran, mengingat yang sy minta maaf adalah kawan-kawan saya. Bukan orang yang sy tidak kenal. Salah momen (krn harusnya, meminta maaf dilaksanakan setelah punya salah, bukan nunggu ramadhan) ? Hmm.. Sy pikir, justru krn momen ramadhan ini, momen yang pas, momen menyucikan diri. Kalau bukan ramadhan, kapan lagi…
Anyway, my point is, tidak jadi masalah & bid’ah untuk meminta maaf dgn memanfaatkan ramadhan,slama tidak diharamkan dlm syariat (it isn’t indeed). Mau kapan lagi hati ini bisa berdamai dgn sesama makhluk selain ramadhan-lah triggernya ? Sehingga lewat keharuman &kecantikan ramadhan,biarlah ego berurai taubat, sombong dan kepongahan lebur dgn kepasrahan pada Yang Utuh. Wallahu a’lam.
Kita sudah lupa berekspresi
Ada hal lain yang lebih mengerikan tentang berseliwerannya pesan-pesan maaf di layar hp atau komputer. Salah satu pesan maaf yang saya dapat begini,
“Hey.. Mau ramadhan neeeh.. Maaapin yeee ;p..”
Ada yang salah dengan kalimat diatas ? Tentu saja tidak, apa yang salah dengan sebuah permintaan maaf ?
Tapi, apa kita sudah lupa berekspresi ? Sehingga permintaan maaf sekarang bisa diekspresikan dengan ringan,tanpa ada menyesal(setidaknya itu yg saya tangkap dr pesan diatas), ditambah icon melet-melet & mengedipkan mata.
Oh my god.. Apa mungkin kita jadi gagap dengan ekspresi pada orang,sehingga ekspresi senang dan sedih (termasuk di dalamnya menyesal) bisa bercampur aduk begini. Saya tidak menyalahkan orang yang meminta maaf, sama sekali tidak. Saya hargai itu. Meminta maaf itu membutuhkan effort yang tidak kecil. Berlaku handap asor, begitu kata orang sunda, tentu melepaskan ego orang peminta maaf.
Tapi, kalau kata salah satu iklan rokok,
Ekspresinya mana ?
Anyway,
Sekalian sy pintakan maaf buat semua pembaca blog saya, bila ada khilaf sehingga ada yang tersakiti atas posting saya di blog ini. Dari dalam hati saya, Saya harapkan anda sudi membukakan pintu maaf.
Selamat menunaikan ibadah shaum. Semoga kita semua beroleh derajat taqwa. Amiin.
Posted with wholehearted smile and warm regards

masukitb
October 10, 2011 at 2:36 pm
Halo Hari,Tulisan Anda bagus sekali. Mahasiswa ITB juga kan ? Wah
Jika berkenan meluangkan waktu dan pengalamannya, mohon bisa dibagi di web user generated http://www.masukitb.com.
masukitb adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB.
Kami berharap, Anda mau berbagi dengan pelajar dari seluruh Indonesia, yang berminat masuk ITB.
Terima kasih